10 Negara Terluas dan Terbesar di Dunia


Ini 10 Negara Terluas dan Terbesar di Dunia

Tahukah kamu jika luas wilayah di dunia ini sekitar 510 juta km2 yang di antaranya terdiri dari 148.94 Juta km2 (70.9%) air dan 361.132 juta km2 (29.1%) daratan.

Berikut ini adalah daftar 10 Negara terluas dan terbesar di dunia berdasarkan wilayahnya:

Negara Terluas Pertama : RUSIA

Total Luas Wilayah           : 17,098,242 km2
Luas Daratan                     : 16,377,742 km2
Luas Air                               : 720,500 km2
Lokasi                                   : Benua Asia – Benua Eropa

Negara Terluas Ke dua: KANADA

Total Luas Wilayah           : 9,984,670 km2
Luas Daratan                     : 9,093,507 km2
Luas Air                               : 891,163 km2
Lokasi                                   : Benua Amerika (Amerika Utara)

Negara Terluas Ke tiga: AMERIKA SERIKAT

Total Luas Wilayah           : 9,826,675 km2
Luas Daratan                     : 9,161,966 km2
Luas Air                               : 664,709 km2
Lokasi                                   : Benua Amerika (Amerika Utara)


Negara Terluas Ke Empat: CHINA

Total Luas Wilayah           : 9,596,961 km2
Luas Daratan                     : 9,569,901 km2
Luas Air                               : 27,060 km2
Lokasi                                   : Benua Asia

Negara Terluas Ke Lima: BRAZIL

Total Luas Wilayah           : 8,514,877 km2
Luas Daratan                     : 8,459,417 km2
Luas Air                               : 55,460 km2
Lokasi                                   : Benua Amerika (Amerika Selatan)

Negara Terluas Ke Enam: AUSTRALIA

Total Luas Wilayah           : 7,741,220 km2
Luas Daratan                     : 7,682,300 km2
Luas Air                               : 58,920 km2
Lokasi                                   : Benua Australia

Negara Terluas Ke Tujuh: INDIA

Total Luas Wilayah           : 3,287,263 km2
Luas Daratan                     : 2,973,193 km2
Luas Air                               : 314,070 km2
Lokasi                                   : Benua Asia


Negara Terluas Ke Delapan: ARGENTINA

Total Luas Wilayah           : 2,780,400 km2
Luas Daratan                     : 2,736,690 km2
Luas Air                               : 43,710 km2
Lokasi                                   : Benua Amerika (Amerika Selatan)

Negara Terluas Ke Sembilan: KAZAKHASTAN

Total Luas Wilayah           : 2,724,900 km2
Luas Daratan                     : 2,699,700 km2
Luas Air                               : 25,200 km2
Lokasi                                   : Benua Asia

Negara Terluas Ke Sepuluh: ALGERIA

Total Luas Wilayah           : 2,381,741 km2
Luas Daratan                     : 2,381,741 km2
Luas Air                               : 0 km2
Lokasi                                   : Benua Afrika


Hidup Itu Memilih

Hidup Adalah Pilihan
Pernah mengamati perahu layar yang berlayar di laut? Mana yang lebih menentukan arah perahu layar tsb, arah angin atau arah layar? Tentu saja arah layar.

Buktinya, ada angin kencang bertiup dr arah selatan, tapi tetap saja perahu tersebut bisa bergerak ke arah Barat atau Timur. Bahkan, pelaut yang berpengalaman bisa berlayar ke arah yang bertentangan dengan arah angin itu. Pelaut tersebut memang tidak bisa mengubah arah angin, tapi dia bisa mengubah arah layarnya menuju tempat yang dikehendakinya.

Yang menentukan tercapai tidaknya tujuan hidup kita bukanlah arah angin, yaitu situasi dan kondisi yang terjadi di sekeliling kita. Yang menentukan adalah arah layar yaitu keputusan kita dalam situasi & kondisi tersebut.

Kadang kita dihadapkan situasi & kondisi yang bertentangan dengan tujuan kita. Masalah, pergumulan, tekanan hidup & situasi di sekeliling kita bisa menjauhkan kita dari tujuan yang ingin dicapai. Namun ingat, hidup adalah pilihan. Arah layar yang menentukan, bukan arah angin.

Semoga Bermanfaat

Kita tidak bisa menolak datangnya masalah. Meski demikian kita bisa mengubah arah layar. Kita bisa mengubah Masalah menjadi berkah.

Ke mana arah angin tidak terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana kita mengarahkan layar kita.

How to Get More Traffic

How to Get More Traffic

As soon as a blogger publishes their first post, their first question is: Where’s all my traffic? Everyone assumes they’re the only one seeking attention, when in truth nearly everyone is. It takes time to build an audience and no one gets much traffic without putting in the effort.

Here at WordPress.com we want you to get more traffic, and we build features and services to help. It’s been awhile since we’ve told you about them, so here are our top recommendations:

  1. Update your About Page. One of the first things visitors to your site will want to know is something about who you are. If you don’t update your About page to include a short bio, and they find a generic page instead,  they’ll be disappointed. But if you briefly explain (two paragraphs is plenty) what the blog is about, and who you are, they’ll be more likely to come back.
  2. Turn on Publicize. You can easily set up your WordPress.com blog to automatically share new posts out to your Twitter, Facebook, Yahoo or LinkedIn accounts. This increases your reach every time you publish a post.
  3. Turn on Sharing. With a few clicks, you can make it so any visitor can share a link to your post out to their social networks, their blog, or through email.
  4. Let readers subscribe by email. Email is often forgotten as a source of traffic. If you turn on the Subscriptions widget, people can choose to get notified of new posts on your blog, automatically, via email. It’s a great way to keep them connected to your blog without any extra work for you, or for them.
  5. Post regularly. Pick a schedule that works for you – once a day, once  a week, once every two weeks, and stick to it. Mention that frequency in your About page, and put reminders on your personal calendar. It’s only when people can expect regular posts that they’ll be compelled to come back to see what you’ve written next. If you need ideas for posts, read and subscribe to DailyPost, where we give topic ideas and blogging advice every day. You can also use PressThis to quickly generate new posts while you are browsing the web.
  6. Write Well.  It’s often unsaid, but better posts get more traffic. There’s no sense in posting every day, if every post is boring or poorly written. It takes time to develop interesting ideas, and to edit posts to be concise and typo free. If people find a careless writer at work, they won’t be back. What good is more traffic if the content they see isn’t good enough for them to choose to return?
  7. Pick good titles. Blog post titles are like newspaper headlines. They need to be short and interesting to get people to want to see what’s inside. It takes some thinking to get a title down to a short sentence, but it’s time well spent. On Facebook and Twitter, all people will often see is the title and your link.
  8. Link to bloggers like you. When you link to another blog, they’ll typically get notified (via a pingback) that someone has mentioned them. This will encourage them to visit your blog and, if they like what they find, link to you as well in their posts. But do it sparingly; too many links and we call it SPAM. If you find a post you like, excerpt a paragraph and link to the rest. Also check out Freshly Pressed and our Global Tags to find blogs with similar interests, and subscribe to their blog. You can use tags in your own posts so your work will surface there as well.
  9. Comment on other blogs like yours.  Every comment is an opportunity to show how well you write and think. When people read a great comment, they’ll see your name, and the link to your blog, encouraging them to see what else you have to say. Identify good blogs on topics similar to your own, read and contribute sincerely.
  10. Respond to every comment you get. When people comment on your blog, they’ve invested a lot of their time. Reward them by answering questions and taking their feedback, and they’ll come back again. Also see how to get more comments.
  11. Take requests.  Write a post requesting your readers (or your friends) to suggest topics to write about. Reach out to Facebook, twitter, or friends, for suggestions. Then let them know you’ve written about what they asked for. It’s a great way to make sure everything you write will have at least one reader.
  12. Pay for traffic. Web applications like StumbleUpon can bring visitors to your posts with rates starting at $.05 per visit. If you’ve just published a great post and you really want some feedback from visitors, this can be a good way to get started. Companies looking for broader distribution, including getting content seen by journalists, should try services like PR Newswire.

Often you’ll hear about get traffic fast schemes, but we don’t believe in those sorts of things. There’s not much magic or secrets necessary. The advice above, used thoughtfully, is more than sufficient to increase visitors to your blog.

Update: see what our latest research says about getting more pageviews.

Have other suggestions for what we can do to help you build traffic? Let us know.

Tipu Daya Iblis

Malam itu malam Jumat Kliwon. Penduduk desa beramai-ramai mendatangi sebuah pohon besar yang tumbuh di tepi sungai. Laki-laki, perempuan, tua, muda, datang membawa barang-barang yang akan digunakan untuk ‘sesajen’. Ada nasi tumpeng dengan ayam panggang, rokok, kembang setaman, ayam hitam mulus, kemenyan dan lain-lain.

Syetan telah merasuk ke dalam jiwa dan membelenggu hati mereka dengan keyakinan bahwa pohon besar itu dihuni oleh makhluk halus yang bisa mengabulkan semua keinginan mereka. Sehingga mereka datang memuja-muja makhluk penunggu pohon seraya menyebutkan keinginannya. Ada yang ingin kaya, ada yang ingin gampang jodoh, ada yang ingin laris dagangannya bahkan ada yang ingin kebal senjata. Ada juga yang ingin menanyakan berapa nomor ‘togel’ yang akan keluar.


Iblis semakin bersorak gembira karena pengikutnya semakin lama semakin banyak. Lain halnya dengan pak Kyai, seorang tokoh agaman di desa itu yang semakin jengah dengan kemusyrikan yang dilihatnya setiap hari. “Kasihan. Mereka tidak tahu bahwa iblis telah memperdaya mereka. Mereka akan dijadikan teman iblis dalam neraka. Aku tidak boleh tinggal diam. Satu-satunya cara adalah …menebang pohon itu! Aku harus menebang pohon itu!”

Selesai shalat subuh pak Kyai mengayunkan kaki dengan memanggul kapak besar di pundaknya menuju tempat pohon besar itu berada. Iblis yang sengaja tinggal di pohon itu tiba-tiba terperanjat, matanya silau dengan kilauan logam kapak pak Kyai yang ditimpa sinar matahari pagi. “Hah?!!! Ada orang membawa kapak mendatangi pohonku! Gawat! Hawanya lain.. dia orang yang berilmu…Aku harus waspada!”

Atas kehendak Allah pak Kyai memiliki kemampuan melihat dan berbicara dengan makhluk halus. Sehingga dengan mudah ia dapat berkomunikasi dengan penunggu pohon itu. “Hai Iblis! Pergilah! Aku akan menebang pohon ini karena telah banyak menyesatkan manusia”
“Aku tidak akan membiarkanmu menebang pohon ini!”
“Tidak peduli! Aku akan menebangnya!” Tiba-tiba Iblis mencekik leher pak Kyai. Tak mau kalah, pak Kyai memegang tanduk Iblis. Perkelahian tidak bisa dihindarkan, keduanya bergumul saling banting. Cukup lama keduanya berkelahi sampai akhirnya pak Kyai membanting Iblis hingga tersungkur ke tanah, dadanya diinjak. Iblis tak berkutik lagi.

“Baiklah. Aku kalah. Aku tidak akan menghalangimu lagi menebang pohon ini”. Pak Kyai melepas Iblis dan membiarkannya pergi. Namun ia merasa sangat lelah. Tenaganya terkuras habis adalam perkelahian tadi. Jangankan menebang pohon, mengayunkan kapak pun rasanya sudah tidak kuat lagi. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang beristirahat. Ia berharap esok hari dapat menebang pohon dengan kondisi yang segar.
Keesokan harinya pak Kyai kembali memikul kapak dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Namun tak disangka-sangka, Iblis kembali datang menghalangi sehingga terjadilah perkelahian yang lebih seru dari sebelumnya. Lagi-lagi Iblis dibuat bertekuk lutut di kaki pak Kyai dan berjanji tidak akan menghalangi lagi. Karena kehabisan tenaga, pak Kyai tidak mampu menebang pohon saat itu. Ia kembali pulang beristirahat untuk memulihkan tenaganya. Ia akan menebang pohon itu esoknya.

Pagi-pagi pak Kyai kembali memanggul kapak. Dari kejauhan ia kembali melihat Iblis sedang berdiri bersandar di pohon. Raut mukanya kali ini tidak beringas seperti dua hari sebelumnya. Iblis yakin bahwa tidak mungkin bisa mengalahkan manusia yang kuat aqidahnya dengan cara bertarung fisik. Satu-satunya cara adalah dengan menggunakan ‘tipu daya’ . Dengan lemah lembut Iblis berkata. “Wahai Kyai…Tahukah kau mengapa aku mencegahmu untuk menebang pohon itu? Aku khawatir dan kasihan kepadamu. Walaupun pohon itu sudah ditebang, belum tentu mereka akan sadar. Bahkan mereka akan membencimu dan mencari pohon lain untuk disembah. Sia-sia kan usahamu? Nah.. karena kau telah mengalahkan aku, sekarang aku ingin membantumu memberantas kemusyrikan di desa ini. Sementara jangan tebang dulu pohon itu. Aku akan memberimu uang lima juta setiap hari. Dengan uang itu hidupmu akan tercukupi. Kau juga bisa membagi-bagikan uang itu kepada orang-orang duafa’. Kau bisa membangun masjid yang indah sehingga orang-orang menaruh simpati kepadamu dan kau bisa lebih mudah mengajak mereka kembali beribadah kepada Allah. Bukankah tujuanmu mengajak sebanyak-banyaknya orang agar mau beribadah kepada Allah?”

Pak Kyai merasa apa yang diucapkan Iblis itu masuk akal. Tipu daya Iblis telah merasuk ke dalam banaknya. Pak Kyai berharap memerangi kemusyrikan dengan cara persuasif, pendekatan secara halus, akan membuahkan hasil daripada dengan cara yang frontal.
“Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang yang kau janjikan itu? Apakah perkataanmu bisa dipercaya?”
“Lihat saja besok pagi di bawah bantalmu. Kalau tidak ada, kau boleh menebang pohon itu”
“Baiklah. Tapi awas kalau ingkar janji, kau tidak akan bisa menghalangiku menebang pohon itu”

Pak Kyai pulang ke rumahnya sambil berangan-angan bahwa besok pagi ia akan mendapatkan uang lima juta di bawah bantal. Keesokan harinya dengan hati berdebar pak Kyai membuka bantalnya…
“Haahh? Uang seratus-ribuan! Lima puluh lembar!” Walau begitu pak Kyai masih ragu apakah uang itu asli atau palsu. Ketika ia mencoba membelanjakan uang tersebut ternyata asli! Para pedagang menerima pembayaran uang itu.


“Alhamdulillah…aku akan membagi-bagikan pada fakir miskin. Bukankah besok aku dapat uang lagi”.
Pak Kyai mulai sibuk menghitung yang ia terima lima juta setiap hari. Rencana-rencana pun mulai ia susun. “Tiga hari lima belas juta. Sebulan seratus lima puluh juta. Aku akan beli mobil, motor, membangun rumah dan membangun masjid terindah di desa ini”. Menjelang tidur angan-angan pak Kyai berkelana. Ia membayangkan masjid yang dibangunnya dipenuhi orang-orang untuk beribadah. Mereka berebut menyalami dan berfoto dengannya, mengelu-elukan kyai kaya yang dermawan. Ia tertidur pulas dengan senyum tersungging. Sementara Iblis menari-nari karena telah berhasil menjebak pak Kyai.

Di suatu pagi, pak Kyai terkejut manakala dibalik bantalnya tidak ada lagi uang sama sekali.
“Mana uang itu..?! Betul-betul tidak bisa dipercaya! Dasar Iblis! Gagal rencanaku membangun masjid! Kutebang saja pohon itu. Biar tau rasa!” Dengan muka merah padam menahan amarah, pak Kyai bergegas menuju pohon besar itu. “Kali ini tidak ada kompromi..”
“Mau kemana pak Kyai?” Pak Kyai terkejut mendengar sapaan Iblis.
“Aku mau menebang pohonmu! Minggir!”

“Tak akan kubiarkan. Ayo hadapi aku!”  Perkelahian antara pak Kyai dan Iblis tidak terelakkan lagi. Keduanya sama-sama mengeluarkan jurus-jurus andalan. Kali ini pak Kyai kuwalahan menahan serangan-serangan Iblis. Ia pun tersungkur bertekuk lutut di bawah kaki Iblis. Ia berteriak-teriak minta ampun, tetapi Iblis terus menginjak dadanya. Dengan congkak Iblis berkata,“Hai manusia sombong! Mana kekuatanmu!”
“Hai Iblis! Kenapa kau mengalahkan aku?”

“Hahaha.. Kali ini kau ingin menebang pohon gara-gara tidak ada uang di bawah bantalmu. Ketika kau marah karena membela hukum atau aqidah tuhanmu, maka kau berada dalam genggaman Allah, sehingga aku tidak bisa mengalahkanmu. Tapi ketika kau marah karena mengikuti hawa nafsu demi kepentingan dirimu sendiri, maka kau lepas dari genggaman Allah. Kau bagai biri-biri yang tak peduli ditinggalkan gembalanya karena asyik terpikat menikamati rumput yang hijau. Maka leluasalah aku mengalahkanmu..Hahaha! Pergi sana! Jangan ganggu pohonku lagi!”

Maka dengan gontai pak Kyai pulang sambil menyesali kelengahannya sehingga begitu mudah ia terperangkap oleh tipu daya Iblis. “Oohh bodohnya aku…Sungguh licik dan halus tipu daya Iblis, Kupikir kalau sudah menjadi kyai tidak akan mudah terkecoh. Aku telah takabur sehingga lengah mau bekerja sama dengan Iblis. Pelajaran berharga untukku aku harus selalu waspada dan tak akan berhubungan dengan Iblis dalam hal apapun! ” [Oleh: Dave Ariant Yusuf W]

source : Majalah Nuansa

Ayat Kursi Menjelang Tidur

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu pun berhasil ditangkapnya.

“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” gertak Abu Hurairah. Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.” Maka pencuri itu pun dilepaskan.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah S.A.W.

Maka bertanyalah beliau, “Apa yang dikatakan oleh pencuri yang kau tangkap semalam, wahai Abu Hurairah?”
“Ya Rasulullah, ia mengeluh bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan. Aku kasihan melihatnya, lalu pencuri itu pun aku lepaskan” jawab Abu Hurairah. Bohong dia! Nanti malam ia akan datang lagi” kata Rasulullah. Karena Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaan malam berikutnya lebih diperketat lagi, kewaspadaan pun ditingkatkan. Dan, benar juga, malam itu si pencuri kembali lagi, lalu mengambil makanan di gudang zakat seperti kemarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.

“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” ancam Abu Hurairah, sama seperti malam sebelumnya. Pencuri itu pun sekali lagi memohon ampun “Saya orang miskin, Tuan. Keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi”  Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Keesokan harinya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kemarin. Kemudian sekali lagi Rasulullah menegaskan, “Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi.”

Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-gerik disekelilingnya, sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti dikatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. “Kenapa pencuri kemarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W? Kenapa mau saja ia ditipu olehnya? Awas!” katanya dalam hati. “Kali ini tidak akan kuberikan ampun.”

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri onggokan makanan yang dia jaga. “Nah, benar juga, ia datang lagi,” katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-geriknya. Kali ini kau pasti akan kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi kemari, tapi ternyata kau kembali juga.  Lepaskan aku, Tuan” pencuri itu memohon. Tapi, tangan Abu Hurairah tetap menggenggam erat-erat pencuri itu, karena ia telah bertekad bahwa kali ini ia tidak akan melepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa akhirnya pencuri itu berkata “Lepaskan aku, Tuan..

Aku akan ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna”  Kalimat-kalimat apakah itu?” Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dilindungi oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi.”

Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Rupanya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang. Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi. Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” tanya Rasulullah sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan semuanya. Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia aku lepaskan,” jawab Abu Hurairah.

“Kalimat apakah itu?” Tanya Rasulullah. atanya “Kalau kau tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula “Jika kau membaca itu, maka kau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.” menanggapi cerita Abu Hurairah, Rasulullah S.A.W berkata, “Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.” Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula  “Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?” Entahlah.” Jawab Abu Hurairah.  Itulah syaitan!.” Tegas Rasulullah S A W.